Kopi Parmas Seri 6 : Soroti Fenomena Buzzer Politik Di Era Digital
Borong, kab-manggaraitimur.kpu.go.id – Mengawali tahun 2026 dengan diskusi santai dan menarik membahas tema “Fenomena Buzzer Politik dan Dampaknya Terhadap Partisipasi Publik”. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari Seri Kopi Parmas (Kitong Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring, dan dihadiri oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-NTT, Rabu (7/1/2026). KPU Kabupaten Manggarai Timur pada kegiatan ini diwakili oleh Ketua, Jefri Guido Bedo, dan Anggota yang terdiri dari, Abdul Haris, Muhamad Ardian, Syamsul A. Rahman, serta Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM, Viktor Jama. Seperti seri sebelumnya, para peserta pada Kopi Parmas seri ke-6 ini kembali berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait isu-isu strategis kepemiluan dan demokrasi yang dikemas dengan tema menarik dan relevan dengan tugas dan fungsi penyelenggara pemilu. Narasumber merupakan Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, Agusalim Ahmad, dan Ketua KPU Kabupaten Ngada Divisi Keuangan, Umum, Rumah Tangga, dan Logistik, Stefania O, Meo. Kegiatan dipandu oleh Kepala Sub Bagian Hukum dan SDM KPU Kabupaten Manggarai Barat, Florence V. Yunita, yang berindak sebagai moderator. Para narasumber memaparkan materi terkait fenomena buzzer politik di ruang digital, pengaruhnya terhadap pembentukan opini publik, serta implikasinya terhadap tingkat partisipasi dan kualitas demokrasi. Materi yang menarik, mengingat buzzer politik dalam penyelenggaraan pesta demokrasi di Indonesia merupakan individu atau kelompok yang memiliki pengaruh yang cukup besar, khususnya terhadap perilaku memilih dan pilihan politik pemilih. Hal ini menjadi tantangan bagi para penyelenggara dalam memastikan pengaruh buzzer politik bukan merupakan suatu hal yang buruk bagi pemilih dalam penyelenggaraan pemilu. Peran kehumasan KPU menjadi salah satu kunci untuk terus memberikan pendidikan politik dan menyebarkan informasi kepemiluan yang berdampak positif bagi pemilih. Selama kegiatan berlangsung, peserta KPU Kabupaten/Kota aktif mengikuti setiap sesi kegiatan. Diskusi terbagi dalam 3 sesi, pertanyaan dan masukan para peserta direspon dengan baik oleh para narasumber. Sesi diskusi diakhiri dengan arahan dan penguatan oleh anggota KPU Provinsi NTT, masing-masing secara bergantian, Lodowyk Fredrik, Elyaser Loni Rihi, dan ditutup oleh Baharudin Hamzah selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, sekaligus pengampu program Kopi Parmas. Lodowyk Fredrik dalam arahannya menekankan bahwa salah satu hal yang perlu dilakukan untuk menghadapi buzzer yang menyebarkan informasi negatif adalah dengan memastikan kebenaran fakta atau informasi yang beredar, serta kredibilitas media yang digunakan untuk menyebarkan informasi. “Wajib hukumnya kita mencek fakta, apakah benar fakta yang dipaparkan, apakah situs yang digunakan dapat dipercaya”, ujar Fredrik. Melalui kegiatan ini, diharapkan jajaran KPU Kabupaten Manggarai Timur semakin memahami tantangan penyelenggaraan pemilu di era digital serta mampu merumuskan strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih yang adaptif, kritis, dan berorientasi pada penguatan partisipasi publik yang sehat dan bertanggung jawab. (Humas KPU Matim)