Kopi Parmas Seri 4 : Tantangan Penyelenggara Pemilu Mengelola Opini Publik Untuk Pemilu Yang Berintegritas
Borong, kab-manggaraitimur.kpu.go.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manggarai Timur yang diwakili oleh Anggota Divisi Teknis Pennyelenggaraan, Konradus Anselmus Sandur; Anggota Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi, Muhamad Ardian; Anggota Divisi Hukum dan Pengawasan, Syamsul A. Rahman; serta Plt. Sekretaris, Yosef Hardi Himan, mengikuti kegiatan Kopi Parmas (Kitong Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) Seri ke-4 yang diselenggarakan oleh KPU Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, Rabu, (10/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten/Kota se-NTT. Pada pelaksanaan seri ke-4 ini, KPU Provinsi NTT mengusung tema “Dinamika Opini Publik dan Pembentukan Preferensi Pemilih”, sebuah topik strategis mengingat pentingnya pemahaman mengenai perilaku pemilih, pola pembentukan persepsi masyarakat, serta berbagai variabel yang memengaruhi pilihan politik dalam proses demokrasi. Narasumber pada seri kali ini, yakni : Kornelius Sumbi, anggota KPU Kabupaten Ende Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia, serta Herybertus Harun, Anggota KPU Kabupaten Manggarai Divisi Teknis Penyelenggaraan. Kegiatan dibuka oleh Ketua KPU Provinsi NTT, Jemris Fointuna, yang menekankan kegiatan Kopi Parmas merupakan ruang dialog dan pembelajaran bagi seluruh jajaran penyelenggara. Pada sesi pemaparan materi, seluruh peserta diajak memahami bagaimana opini publik terbentuk serta bagaimana preferensi pemilih dipengaruhi oleh isu-isu sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang berkembang. Dalam konteks kepemiluan, Kornelius Sumbi dalam pemaparannya secara kompleks menggambarkan opini publik mulai dari sumber dan faktor yang mempengaruhi, tujuan, dampak/risiko, tantangan, sampai kepada strategi mengelola opini publik. Senada dengan apa yang dipaparkan oleh Kornelius, materi yang disampaikan Herybertus Harun merefleksikan pengalaman penyelenggaraan pemilu dan pemilihan kepala daerah di Kabupaten Manggarai. Harun menyampaikan bahwa banyak opini yang muncul dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada yang mempengaruhi preferensi pemillih di Kabupaten Manggarai. Para narasumber juga menjelaskan bahwa strategi komunikasi yang efektif, penyebaran informasi yang akurat, serta edukasi politik yang berkelanjutan menjadi elemen penting dalam mendorong terciptanya pemilih yang cerdas dan rasional. Selain itu, literasi digital turut menjadi sorotan penting untuk mengantisipasi potensi disinformasi, misinformasi, dan polarisasi di ruang publik. KPU Kabupaten Manggarai Timur dalam kegiatan ini turut berpartisipasi aktif dalam menanggapi materi yang disampaikan oleh para narasumber. Konradus Anselmus Sandur, anggota divisi teknis penyelenggaraan dalam sesi diskusi menyoroti KPU sebagai penyelenggara pemilu yang sering menjadi objek dari opini publik itu sendiri. Jajaran KPU Kabupaten/Kota yang lain juga aktif menyampaikan tanggapan dan pertanyaan, dan direspon dengan baik oleh para narasumber. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, KPU Kabupaten Manggarai Timur menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas internal serta memperkuat kualitas pelayanan kepemiluan. Kegiatan Kopi Parmas menjadi ruang strategis untuk saling belajar, memperkaya perspektif, dan menguatkan kolaborasi antarpenyelenggara pemilu se-NTT dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, profesional, dan inklusif. (Humas KPU Matim)