Berita Terkini

Kopi Parmas Seri 3 : Penguatan Literasi Politik Masyarakat Komunal

Borong, kab-manggaraitimur.kpu.go.id Kopi Parmas (Kitong Omong Pemilu, Demokrasi, dan Partisipasi Masyarakat) kembali hadir dalam seri ke-3, yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur secara daring, dan diikuti oleh seluruh jajaran KPU Kabupaten/Kota Se-NTT, pada Rabu, (3/12/2025). Kegiatan yang digelar sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas penyelenggara Pemilu di NTT ini mengangkat tema “Strategi Penguatan Literasi Politik Dalam Konteks Komunal”, sebuah topik yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat di berbagai wilayah NTT.

Pada kegiatan tersebut, KPU Provinsi NTT menghadirkan dua narasumber utama, yakni : Ramli Ika, Anggota KPU Kabupaten Sabu Raijua yang membidangi Divisi Hukum dan Pengawasan, dan Dickson N. Y. Daly, Anggota KPU Kabupaten Sumba Barat Daya yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM. Kedua narasumber memberikan paparan mengenai tantangan dan strategi efektif dalam meningkatkan literasi politik masyarakat di wilayah dengan kultur komunal. Mereka menekankan bahwa literasi politik tidak hanya terkait pemahaman masyarakat terhadap tahapan dan aturan pemilu, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menilai informasi politik secara kritis, memahami hak dan kewajiban sebagai pemilih, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi.

Dalam paparannya, Ramli Ika membahas beberapa strategi yang digunakan untuk meningkatkan literasi politik masyarakat khususnya di Kabupaten Sabu Raijua, di antaranya : sosialisasi berbasis komunitas, pendekatan budaya, sosialisasi pemilih pemula, melibatkan tokoh adat dan rohaniwan, membangun komunikasi tatap muka dengan berbagai elemen masyarakat, melakukan kolaborasi bersama pemerintah dan instansi terkait, serta optimalisasi peran media lokal. Beberapa pendekatan ini merupakan refleksi atas pelaksanaan pilkada tahun 2024 di Kabupaten Sabu Raijua.

Sementara itu, senada dengan apa yang disampaikan Dickson N. Y. Daly menyoroti pentingnya pendekatan komunikasi yang berbasis komunitas lokal, termasuk pemanfaatan tokoh adat, tokoh agama, dan kelompok masyarakat sebagai agen edukasi politik yang efektif. Dickson menyampaikan beberapa strategi, diantaranya : Partisipasi dalam kegiatan musrenbang yang diselenggarakan pemerintah, pendekatan kelompok rentan atau kelompok tertentu di masyarakat, strategi berbasis kearifan lokal, dan strategi berbasis kolaborasi. Beberapa strategi ini diharapkan mampu menjawab tantangan penyelenggara pemilu untuk meningkatkan literasi politik di tengah masyarakat komunal. Dickson dalam pemaparannya juga mengemukakan implementasi strategi khususnya di Kabupaten Sumba Barat Daya, tantangan serta solusi yang perlu dilakukan ke depannya.

Anggota KPU Provinsi NTT divisi sosialisasi, pendidikan pemilih, partisipasi masyarakat, dan sumber daya manusia, Baharudin Hamzah, dalam arahan penutupnya menyampaikan bahwa masyarakat komunal cenderung mengikuti perintah atau menjalankan apa yang menjadi keputusan pimpinan mereka. “Masyarakat komunal itu masyarakat yang statis, mereka tidak mandiri. Seluruh keputusannya itu diambil berdasarkan suara dari pimpinan komunitas,” ujarnya. Baharudin melanjutkan, dalam konteks pendidikan pemilih hal ini menjadi tantangan yang dihadapi dan harus diatasi oleh penyelenggara pemilu. “Ini tantangan untuk masyarakat komunal kita. Dan itu teman-teman semua, menjadi bagian yang harus kita persiapkan untuk kita desain bagaimana kita mendidik pemilih di waktu mendatang,” tegasnya.

Kegiatan Kopi Parmas seri ke-3 ini juga diisi dengan sesi diskusi interaktif, di mana peserta dari berbagai KPU kabupaten/kota saling bertukar pengalaman, strategi, serta tantangan di lapangan terkait pendidikan pemilih. Partisipasi KPU Kabupaten Manggarai Timur dalam kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kapasitas internal dalam melaksanakan program-program pendidikan pemilih yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Melalui kegiatan ini, KPU Kabupaten Manggarai Timur diharapkan dapat terus mengembangkan inovasi dan pendekatan yang lebih efektif dalam menyampaikan informasi kepemiluan, sekaligus memperkuat kolaborasi antarwilayah dalam meningkatkan partisipasi masyarakat. Penguatan literasi politik di tingkat komunitas menjadi langkah penting untuk mewujudkan masyarakat pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam mendukung proses demokrasi yang berkualitas. (Humas KPU Matim)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 351 kali